Berkeringat, Racun Tubuh Minggat

Tubuh berkeringat tidak selalu identik dengan hal negatif seperti bau keringat dan tubuh tidak sehat. Tubuh berkeringat justru bermanfaat dalam membuang racun dan menyehatkan sirkulasi dalam tubuh.

Praktisi kebugaran tubuh di Jogja, Armalina mengatakan, ketika tubuh berkeringat, detak jantung akan menjadi cepat dan sirkulasi meningkat, terutama di sekitar kulit.

“Dasar kelenjar keringat terletak di lapisan bawah kulit yang lokasinya sangat dekat dengan pembuluh darah kecil dan itu berfungsi untuk sirkulasi,” jelasnya, Rabu (8/8).

Pada saat kelenjar keringat melebar, aliran darah menuju kulit akan meningkat sehingga memacu sistem sirkulasi. Selain menjadi cara sirkulasi, keluarnya keringat dari dalam tubuh juga menjadi cara untuk mengelurkan racun tubuh.

Menurut Armalina, sebuah penelitian menunjukkan keringat mengandung berbagai komponen, termasuk metal beracun dalam jumlah kecil.

Karena itu, berkeringat sering disebut juga sebagai detoksikan yakni cara alami dalam mengeluarkan racun dalam tubuh. Dengan jumlah kelenjar keringat sampai lima juta di kulit manusia, tak heran jika berkeringat merupakan mekanisme pembuangan racun dari tubuh.

Mekanisme keluarnya racun, katanya, bisa berlangsung saat keringat keluar sehabis beraktivitas terutama berolahraga. Racun di bawah lapisan kulit luar keluar melalui pori bersama dengan debu dan minyak yang terperangkap.

“Proses pembersihan lewat keringat itu akan meningkatkan sistem imun dan membantu tubuh melawan flu,” lanjut dia.

Proses berkeringat yang bermanfaat, lanjutnya, terjadi jika keluarnya keringat bukan karena faktor sakit seperti keringat dingin atau keringat panas tubuh karena sakit.

Pada dasarnya, berkeringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur temperatur yang meningkat saat  beraktivitas atau kepanasan.

Selebihnya, Armalina menambahkan, karena pentingnya fungsi keringat, jika tubuh tidak bisa berkeringat justru akan membahayakan kesehatan.

Pasalnya, tubuh yang tidak berkeringat teutama sehabis berolahraga bisa jadi merupakan kondisi tubuh berada pada tingkat kesehatan yang rendah.

Selain faktor manfaat metabolisme tubuh, jika keringat tubuh yang keluar dari tubuh setelah berolahraga sangat banyak, tubuh juga tidak berisiko terkena asma.

Karena, sistem tubuh dalam pengaturan keringat di dalam tubuh juga terkait dengan pengaturan jumlah air yang dikeluarkan melalui saluran napas.

“Dengan kata lain, orang yang jarang berkeringat pada umumnya memiliki saluran napas lebih kering sehingga lebih rentan menderita asma,” pungkasnya.

Proses Penuaan pada Manusia : Alamiah atau Karena Faktor Lain?

Penuaan adalah proses yang dialami setiap manusia. Pada wanita hal ini ditandai dengan proses yang kita kenal sebagai menopause.

Untuk sebagian orang hal ini dapat menjadi kegundahan karena turunnya keinginan untuk berhubungan badan dengan pasangannya atau timbul ketidakpercayaan pada diri sendiri karena merasa tidak lagi muda.

Setiap orang berusaha untuk memperlambat proses penuaan ini dengan berbagai usaha. Pertanyaannya seberapa efektif usaha yang ilakukan untuk memperlambat proses alamiah itu.

Penuaan yang terjai pada diri kita adalah proses alamiah, tetapi pada kenyataannya adalah proses percepatan penuaan yangdisebabkan oleh factor-faktor lain.

Pada masa dimana lingkungan sekitar sudah terpolusi, baik udara, air, makanan dan factor-faktor lain, ini semua memegang peranan yang tinggi dalam percepatan proses penuaan yang mau tidak mau kita harus mengubah kondisi ini untuk menjadi murni kembali pada masa dimana polusi masih minimal.

Tapi keadaan dimana lingkungan tanpa polusi adalah sukar untuk dilakukan, cara apa yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki keadaan ini?

Untuk mengawalinya mulailah dengan apa yang kita makan. Makan merupakan proses alamiah yang merupakan proses penting yang tanpa kita sadari, apa yang kita makan akan menentukan juga proses yang terjai dalam metabolisme tubuh.

Penumpukan zat-zat toksik (racun) dalam tubuh karena factor makanan yang terpolusi disamping paparan dari lingkungan luar, menyebabkan percepatan penuaan sel-sel, inilah akar permasalahan dari proses penuaan.

Apabila kita mengeluarkan semua zat toksik dari dalam tubuh dan mengurangi pemasukan zat toksik ke dalam tubuh diharapkan dapat memperlambat percepatan penuaan dari sel-sel yang baru yang muda dan sehat.

Walaupun paparan polusi dari lingkungan luar juga senantiasa konstan tapi diharapkan dalam tubuh ada resistensi, caranya dengan mengkonsumsi makanan bergizi tinggi tanpa polusi.

Pola kerja makanan ini terhadap tubuh adalah system detoksifikasi zat toksik/mengeluarkan semua zat toksik yang adal dalam tubuh, merevitalisasi sel-sel dengan yang baru dan muda, meningkatkan ketahanan pada system imun untuk resistensi pertahanan tubuh dan memperkuat metabolisme tubuh.

Dengan cara ini kita bisa memperlambat secara efektif proses penuaan yang terjadi dalam tubuh kita.

Biasakanlah pola makan kita setiap hari untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi yang tidak mengandung polusi (0% polusi) untuk menjaga peremajaan sel-sel tubuh dan menghambat penuaan sel-sel secara berkesinambungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *